Senin, 14 April 2014

SETIAP TAHUN BATAM KEHILANGAN Rp 14,5 M



Produktivitas Kota Batam dihasilkan dari jam kerja karyawan dikali dengan out put karyawan yang dibandingkan dengan upah yang diberikan. Sebanyak 953.952 jam produktivitas masyarakat Batam hilang setiap tahunnya atau sekitar Rp 14,5 milyar. Loh kok bisa.
Produktivitas karyawan/masyarakat jika sehari bekerja selama 8 jam,  5 hari seminggu dan  4 minggu per bulan, setahun 1.920 jam. Jika dikalikan dengan upah yang diterima sebulan menurut UMK Kota Batam saat ini Rp 2.422.092,- jika dikonversikan ke jam maka 1 jam karyawan diupah sebesar Rp 15.138,07.
Berhentinya aktivitas berarti berhenti pulalah produktivitas, apa saja yang menghentikan produktivitas tersebut. Saat ini yang menjadi fenomena adalah antrian yang panjang dalam membeli bahan bakar solar bersubsidi.
Dari data Batam Dalam Angka tahun 2013 tercatat kendaraan jenis bus dan truk yang notabene menggunakan bahan bakar solar di Batam totalnya adalah 19.874 kendaraan. Jika setiap kendaraan tersebut ikut antri dalam membeli bahan bakar 2 kali seminggu yang mana setiap kali antri dirata-ratakan ½ jam saja maka Kota Batam akan kehilangan waktu yang produktif sebanyak 19.874 unit kendaraan x 2 kali seminggu x 4 minggu sebulan x 12 bulan totalnya adalah  953.952 jam. Jika dikonversikan dengan upah perbulan 2.422.092 / bulan atau sebesar Rp 15.138,07 / jam maka Kota Batam akan kehilangan Rp 14,5 milyar per tahun. Wow suatu angka yang fantastis.
Ini baru dari satu sebab yang kelihatannya remeh temeh tapi angkanya luar biasa.
Jika kondisi ini terbiarkan maka Kota Batam akan kehilangan daya saing karena produktivitas yang hilang setiap tahunnya.Jika Batam kehilangan daya saing maka akan banyak  Investasi yang akan meninggalkan Kota Batam. Pengangguran akan bertambah banyak masalah social lainnya akan meningkat tajam dan biaya social untuk ini juga akan lebih besar dikeluarkan oleh Pemerintah. Jika kondisi ini terjadi maka akan semakin Jauhlah Kota Batam ini dari kota yang madani seperti yang digadang-gadangkan.
Begitu pentingnya untuk menjaga produktivitas masyarakat agar daya saing Kota Batam dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan. Selain mengurai antrian panjang BBM juga dengan meningkatkan kesehatan dan ketrampilan warganya dengan pelatihan-pelatihan  agar trampil dalam meklaksanakan pekerjaannya.

Penulis adalah : Desman Wardi, SPi, MM
Pemerhati Masalah ekonomi juga bekerja sebagai Dosen Ekonomi Ibnu Sina dan PNS Dinas Kelautan Perikanan Kota Batam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar