Rabu, 20 Desember 2017

SISTEM RANTAI DINGIN...Brrrww sejuk

9 nov 2017 di kantin pn batam

Sistem rantai dingin (cold chain)

     Berakhirnya masa--masa pencurian ikan atau illegal fishing  yang nota bene dilakukan oleh negara2 tetangga diseputaran Indonesia bahkan ada yang dibeking oleh oknum (rahasia - red). Dalam menjalankan modusnya.  Menjadi berkah bagi nelayan kita,  barokah yg patut disyukuri yang oleh maha kuasa melalui tangan Susi Puji Astuti lah kejahatan itu bisa diberangus dan ditenggelamkan kedasar laut. 
     Meningkatnya hasil tangkapan ikan nelayan bukan hanya isapan jempol terbukti dari data produksi tangkapan yang mengalami peningkatan setelah moratorium ilegal fishing diberlakukan.              Untuk jelasnya lihat tabel produksi hasil. tangkapan Indonesia dari tahun ke tahun berikut ini. 


     Lalu apa masalahnya? Kan sudah bagus hasil tangkapan melimpah,  begitu kira2 pola pikir kita,  kenyataan dilapangan semakin banyak hasil tangkapan yang didapat membutuhkan penanganan yang cepat,  cermat dan bersahabat.  Untuk menjaga kualitas ikan atau jenis tangkapan lainnya.  
     Disinilah dimulai fase baru bagaimana menciptakan agar ikan pasca panen tersebut dihandling atau mendapat penanganan.  
     Maka dibuatlah suatu sistem yang akan menjaga kesegaran dan mutu kualitas ikan tersebut dengan istilah sistem rantai dingin (cold chain.) 
    Sederhananya dengan sistem rantai dingin ini ikan yang tertangkap sampai ketangan konsumen tetap terjaga kesegaran dan mutu kualitasnya. 
Jadi apa nih sistemnya... 
Sistem rantai dingin menurut..... Adalah....... 
......... 

     Ok.. guys sudah pahamkan apa itu SRD dan bagaimana perannya untuk menjaga kesegaran ikan yang akan kita santap sebagai sumber protein yang paling sehat di dunia ini. 
   Di Kota Batam sesuai arahan pimpinannya Pak Rudi dan Pak Amsakar yang diaplikasikan Dinas Perikanan Kota Batam yang dikomandoi oleh Bu Ir. Husnaini mencoba mengaplikasikan srd ini dengan membangun pabrik atau industri kecil2an bagi masyarakat dalam menghasilkan es sebagai tulang punggung srd ini. 
      Pada tahun 2016 melalui program Ibu Susi  dibangun satu ice flake machine dengan kapasitas 1,5 ton perhari full capacity. Tepatnya di dapur 12. Selanjutnya pada tahun 2017 ini Ibu Susi menambah 3 ifm untuk kota Batam yang didapat setelah melalui lobi2 panjang Pemko Batam ke Jakarta.  Alhamdulillah 3 ifm dengan kapasitas yang sama 1,5 ton per hari full capacity berdiri kokoh di tiga pulau.  Diseputaran hinterland Kota Batam.  Pulau yang beruntung tersebut adalah P. Jaloh,  Korek dan Mongkol yang tersebar di 3 Kecamatan hinterland yaitu Bulang,  Galang dan Belakang Padang. 
        Pemilihan dan penentuan lokasi ini pun terpilih setelah melalui seleksi atau kriteria2 penetapan seperti tersedianya lahan karena ifm ini ditempatkan dalam sebuah rumah atau pabrik.  Selain itu juga harus tersedia air atau sumber air yang mendukung untuk pembuatan es ini nantinya.  Selanjutnya kesediaan untuk berkelompok dan membangun rumah perlindungan mesinnya. Kebutuhan aksesibilitas konsumen juga harus memadai.  Dengan seabreg persyaratan itu maka dari 5 lokasi calon hanya 3 yang memenuhi kriteria.

   Ok... Terus apa nih untungnya dari program srd ini yang nota bene dibangunnya ifm untuk kelompok pengolah dan pemasar? Sabar ya... Untungnya selain masyarakat nelayan mudah untuk mendapatkan es juga murah harganya.  Kok bisa murah emang bikin es nya nggak pake solar untuk ngidupin mesinnya.  Ok... Akan kita perjelas satu demi satu.  Mudah mendapatkan karena yang tadinya untuk mendapatkan es harus pergi ke daerah atau pulau lain sekarang di pulau tersebut sudah tersedia.. Hehe.. Kemudian karena jarak tempuh untuk membeli es sudah dekat maka biaya transportasinya jadi murah betulkan... Hehe lagi.  Tapi selain itu Pemko Batam melalaui Dinas Perikanan sebagai pengawas menginstruksikan agar harganya pun diturunin dikit. Maklumlah kan mesin es dan gensetnya bantuan pemerintah,  agar sama2 menikmati.  
     Perhitungan rentabilitas usaha dan harga jual es di masing2 pulau sebagai berikut
........ 
         Smoga program yang bermanfaat ini tetap dilanjutkan Ibu Susi  dimasa2 yang akan datang agar nelayan kita yang berjuang menangkap ikan dan ikannya menjadikan kita sehat dan cerdas terus diprogramkan dan semakin banyak nelayan di pulau2 yang jauh bisa memperoleh es subsidi ini... Smoga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar